Ketimpangan Ekonomi

Bisakah pemerintahan Jokowi-JK mengatasi kesenjangan Jawa-luar Jawa dalam lima tahun pemeritahannya? Jawabannya tentu tidak bisa. Tetapi sekedar mengurangi mungkin saja bisa, tergantung sejauh mana konsistensi dallam melaksanakan dan mewujudkan Nawacita yang menjadi “branding” duet pemimpin pemerintahan ini.

Kalau ditilik hingga awal 2017 ini, ada kecemmderungan pemerintahan Jokowi-Jk sdah mulai “realistis” dengan realitas, bahwa bettapa tidak mudah, bahkan “nyaris” mustahil, mewujudkan agenda pokok Nawacita dalam kurun 5 tahun. Terlalu banyak ranjau yang menghalangi pelaksanaan agenda pembaruan, bahkan yang petama-tama ranjau itu justru terdapat dan bersarang dalam batang tubuh pemerintahan itu sendiri.

Kompromi-kompromi politis dan ekonomis yang terbaca dari pola hubungan antar-elit di pemerintahan sejak awal terbentuk, terkesan bukan malah mengindikasikan “kekuatan” yang konstruktif, tapi justru sebaliknya, yakni menjadi semacam “sandera” tertentu bagi upaya mewujudan Nawacita.

Tentu, bagaimana dan atau betapa sulitnya mengakselerasi pembangunan Luar Jawa, ketika yang terlihat dalam masa tiga tahun terakhir pembangunan (fisik) di Jawa   justru kian eksesif. Fenomena ini tentu bukan tanpa sebab yang mudah dipahami  manakala apa yang diutarakan dalam Nawacita seolah bertolak belakang dengan realitas.

Iklan